Minggu, 25 Juli 2010

Inspirasi 'Parenting' dari Pria Bertopi Kuning




Pernah nonton serial kartun TV Curious George? Jika belum, Anda bisa mulai melihatnya di ANTV setiap pukul 7.00 di hari senin sampai jumat atau pukul 06.30 pagi di hari  sabtu. Jamnya kadang berubah sih hehe. Awalnya saya tidak sengaja melihatnya . Saat itu pagi-pagi saya berkunjung kerumah ortu , saat adek-adek saya tengah ‘wedangan’ pagi  menontonnya dan  mendiskusikannya.  Lama kelamaan serial TV ini menjadi tayangan favorit saya dan anak-anak saya. Biasanya sembari menunggu waktu berangkat sekolah mereka kuperbolehkan melihatnya setelah mandi dan sarapan, tentunya.

Di serial itu saya ‘berkenalan’ dengan si Pria bertopi Kuning dan kera lucu nan cerdas, George. Tingkah Goerge  yang penuh kelucuan, kreatif, sedikit ‘usil’ (namanya juga monyet), kocak, bikin gregetan membuat saya dan dua putri saya kadang ‘menterjemahkan’ bahasa george yang hanya ‘aaa, oooh, uuh.hahaa, ahaa’ dan mengomentari tingkahnya hehe. Kami pun tidak bosan melihat film itu meskipun diulang-ulang pemutarannya. George, kera cerdas dengan rasa ingin tahu itu kerapkali menguji kesabaran namun juga membuat kami ‘sayang’ hehe. Simak saja,  

Dalam sebuah episode tentang 100 lusin donat. Suatu hari si Pria yang secara tidak sengaja mengajarkan pada George tentang ‘angka nol’ kena batunya. Pagi itu George mengambil kesimpulan  bahwa dengan menambahkan ‘nol’ dibelakang sebuah angka dia akan mendapatkan banyak hal dalam jumlah banyak. Maka pagi itu si Pri menyuruh George membeli donat dengan menuliskan kalimat 1 lusin donat. George dengan penuh semangat berlari ke toko donut bersama Charky, anjing tetangganya. Sesampainya di toko donat George yang berselera makan itu membayangkan ia akan mendapatkan banyak donut dari si Pria. Namun, betapa heran George karena Pria hanya menuliskan ‘1’ di kertas pesanan, mana tahu george bahwa didekat angka satu ada kata ‘lusin’ bukan? Maka pikiran monyetnya segera menyuruhnya menambahkan ‘0’ didekat satu. Jika ia menambah satu ‘0’ maka ia akan mendaptkan 10 donat, dan jika menambahkan  dua ‘0’ maka 100 donut! aha!George tidak tau bahwa menambahkan dua ‘0’ berarti 100 lusin donat!!!! Bisa Kalian tebak kan kesudahannya? Sang pemilik toko senang karena disangkanya akan ada pest donat. Hahaaaa. Kesudahan episode ini, George bingung dan menyembunyikan donat-donat itu diseluruh sudut dirumah. Dan pada akhirnya si Pria mengetahuinya dan mengajak George membagi-bagikan donat kesemua orang. Hhhfffff...

Bagaimana? Jika Anda jadi Pria Bertopi Kuning dan George adalah anak kiat? Pasti kita akan panik, marah, kesal, dan mengomeli anak kita habis-habisan. hmmm boleh jadi karena Pria sadar bahwa George ‘hanya’ monyet maka ia bisa menahan amarah. Tapi,ada beberapa pelajaran  yang dengan senyum simpul saya catat dari si Pria setiap kali film ini berakhir.
1. Pria Bertopi Kuning tidak pernah MARAH
            Hehe, seperti yang saya tulis, boleh jadi Pria menyadari bahwa George hanya seekor kera. Namun ia tidak pernah marah. Seusil apapun George dan saat George melakukan kesalahan dan berakibat sangat ekstrim pun , Pria selalu tenang dan berusaha memberikan kalimat positif atau membesarkan hati George . Biasanya ia berkata “ Oooh George, kau mungkin belum tau tentang ini”, “Hmm..Aku belum mengajarkanmu tentang ini,ya?”, ‘Baiklah George, mungkin lain kali kau bisa bertanya sebelum kau melakukan ini” Luar biasa kan? Tekni REDAM AMARAH dipraktekkan oleh Pria bertopi kuning dan akhirnya ia dapat sangat bijak mengatasi semua akibat ulah George.
 2. Pria Pendengar Yang baik
            Meskipun hanya kera, Pria memperlakukan George seperti balita. Pria selalu bertanya, mendengarkan alasan George, dan memahami keingintahuan (curiousity) George. Bagaimana dengan kita? Mungkin dengan lebih banyak mendengar, kita juga akan memahami bahwa balita /anak-anak kita punya potensi luar biasa.

3. Pria Selalu Melibatkan George, Memberi Kesempatan dan Mempercayai
            Pria bertopi kuning selalu mengajak George disemua petualangan. Ke desa, memancing, berpetualang, melakukan penelitian, berkunjung ke semua orang, mengenalkan pada semua. Pria selalu memberi George kesempatan mengenali bentuk, makanan, proses pembuatan sesuatu, kesempatan untuk memilih sehingga George menjadi monyet yang cerdik. Pria bertopi kuning juga mempercayai George dengan membiarkan George ‘berpetualang’, menyelesaikan masalah, pergi ketempat asing. Pria mempercayai George untuk bergabung dengan banyak orang. Kata-kata Pria yang saya sukai adalah “Ingat, Jadilah Monyet yang baik, George” hehe itu diucapkan saat Pria membiarkan George ‘pergi sendiri’. Kata-kata penuh kepercayaan ini saya contoh untuk anak saya ketika ia pergi kesekolah, ikut pergi bersama orang lain. Saya mengubahnya dengan  jadilah anak yang Sholihah, dan baik hati,Nak!
            Mungkin masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari Pria bertopi Kuning dan monyetnya, George. Tapi silakan Anda mengamatinya. Jika seekor monyet dapat begitu cerdas dan punya rasa empati yang tinggi dengan cara pendidikan demikian, Maka….. anak-anak kita tentu lebih berhak mendapatkannya. Salam Inspiratif!


6 komentar:

  1. endang widihati26 Juli 2010 19.31

    Sangat sangat inspiratif, sekali kali mo nonton juga ah.

    BalasHapus
  2. Makasih bu endang sayang. Iya bu..aku aja seneng kok.gemes sana George

    BalasHapus
  3. judulnya sekeren isinya ooi ... siapa nih pria bertopi kuning di rumah kita ?

    BalasHapus
  4. Buat kak Hatta: hehe sapa ya....thanks for coment hunny. jadi GR. hayah

    BalasHapus
  5. hmmb aku aja jd ngefans bgt sma pria bertopi kuning :D..

    BalasHapus
  6. keren mba, suaranya si george lucu yah hehehe, ceritanya juga mudah dimengerti, aku juga ada postingan tentang curious george, hehe sudi kalau melihat

    http://rizkifoot.blogspot.com

    BalasHapus