Minggu, 04 Juli 2010

Walimah atau Reunian ? Pesta Lajang ?

Ini catatan yang udah lama pengen saya buat. Secara pengalaman, saya pernah ngalamin dan rasanya gak enak bangget, habis pesta nikahan, eee banyak kerabat berkomentar :" wah itu tadi acaranya temannya pengantin putri thok. Mau foto-foto sampai gak bisa ". akhirnya dipernikahan adek saya, kita 'warning' dia, agar memprioritaskan mengundang temena-teman terdekat. emang apaan sih tema note ini?
Sssst..Sebenernya gak enak juga sih, tapi gimana doong ini jadi 'pergunjingan publik' hahaha.ini soal mengundang orang atau mendatangi walimah temen. gini sist, bro n semua-mua yang masih merasa 'aktivis', masih kuliah udah nikah, or semua lajangers . note ini untuk semua yang berniat melangsungkan pesta nikah (walimahan) atau untuk kalian yang mendatanginya. semoga tidak menyinggung yee.Tapi kalaupun ente pada tersinggung dan tersungging (karena emang benar adanya) syukur deh..semoga jadi pelajaran.

Gini, pernah gak merasa kalau pernikahan sohib kita atau pernikahan kita itu kepengennya ngundang temen2 kita dari bayi ampe sekarang (hayaah) bisa segedung sendiri dooong. Akibatnya??? you know lah gan, bro, sist, itu gedung isinya cekakak cekikik, cipika cipiki temen2 kita.dari yang kalem ampe yang nouraak abist. sampe para tetangga dan kerabat pada melongoh semua.emang sih, itu tandanya kalian cukup supel, banyak temen, fans, aktivis disana sini atau apalah namanya. tapi kayaknya..... semua budaya itu perlu diluruskan deeh. Secara akhlak (ciee) kita punya aturan maen saat mendatangi walimah. Secara budaya, ehm... setau saya, walimah, syukuran nikah, ngunduh temanten itu yg punya hajat kan para ortu n keluarga kita ya?? jadi??? yuuk kita bahas per poin . Lebih khusus nih tentang mengundang dan diundang di nikahan teman.

A. Kalo kalian mempelainya

1. Kalau kalian merencanakan acara walimah dan aqad nikah (eh kebalik yak? ya gitu deh) lebih baik musyawarahkan dengan calon pasangan kalian (dengan cara yang pantas dan tidak menyinggung tentunya) berapa tamu (teman) yang akan kalian undang masing-masing. ingat, harus JUMLAH RIIL jadi keluarga tidak kerepotan dengan serbuan teman-teman kita (pengalaman, kalau yang diundang misal "untuk BEM Fakultas...or Lembaga...." laaah yang dateng ampe puluhan jeeng!!! makanya kalau kalian tuh 'tenar banget' dikampus (buat yg aktivis or mantan aktivis) sebaiknya mulai lah 'tega' untuk menuliskan 'PERWAKILAN' pada masing-masing lembaga yang kalian undang. demi kebaikan bersama gitu (termasuk biar urusan logistik gak bikin deg-degan petugas katering or konsumsinyee hehe)

2. Kalau acara kalian ada dua kali atau bahkan ada yang tiga!!(hiyaah ini mah modalnya gede), ini lebih folus, undang teman-teman masing-masing di acara masing2. Misal (acara aqad dan walimah, undang temen2 pihak putri dan jangan satu RT jeng) dan acara unduh mantu di pihak putra undang teman-teman pihak mempelai pria. Atau kalau kalian merasa perlu dan mampu -saking banyak kolega (jiah kolega) atau sobat, mendingan kalian bikin acara 'khussus teman' deh supaya gak adujabrut plus bikin acara kleuarga jadi heboh dan mencengangkan (karena gak semua 'sesepuh' en tamu setuju dengan hiruk pikuk yg dibuat temen2 kite gitu) piss bagi yang udah terlanjur V^_^V

3. Ingat, setenar apapun Anda, walimah dan nikah sejatinya adalah 'hajatan' kedua orangtua dan keluarga, maka jangan sampai tamu-tamu kita MELEBIHI atau bahkan mengalahkan tamu-tamu orangtua dan kolega keluarga. Kalau perlu nih, berikan dulu kesempatan orangtua dan pihak keluarga untuk mengundang tetangga, sahabat ortu, kolega ortu dan sahabat dekat keluarga atau sahabat dekat dari kakak/adik anda. Memang, semua teman pasti sangat ingin datang di pesta anda (terutama yang masih 'bercokol' dikampus) tapi, ini akan menjadi 'bahan evaluasi' para tamu diakhir acara, akhirnya....ortu deh yang kena getahnya

4. Aturlah acara walimah sesuai dengan kesepakatan keluarga. Acara dadakan dari teman-teman, sebaiknya tidak mengganggu acara inti. Ingat, ini bukan acara pesta lepas lajang, jangan sampai kenyamanan tamu-tamu keluarga dan orangtua terganggu dengan acara-acara dadakan yang biasanya under control gitu looh.

Jika anda melibatkan teman-teman untuk jadi bagian dari acara dan kepanitiaan, kenalkan mereka pada pihak keluarga dan tetap harus DIPANDU oleh orang tua dari pihak keluarga, khususnya untuk penerima tamu, atau penghantar hidangan.

5. poto-poto? nah mulai lah list dari KELUARGA BESAN dulu.. trus keluarga inti kalian, dst, jangan dahulukan temen2 kalian yang sebarek2 itu. cukup minta perwakilan aja gitu. kalo perlu, biarkan acara2 poto poto yang 'resmi' itu bener2 dari keluarga n kolega ortu

6. Kalau kalian ingin MENDESAIN acara sesuai idelaisme kalian (misal pengen yang Islami, pake hijab untuk tamu,dandan yg sederhana, gak pake ningnong2, ato gak pake klenik2 gitu) SANGAT USAHAKAN memberi wacana dulu bro, sist, jangan maksa. kalao pengalaman ni ye... saya sering nyaranin ikhwan akhwan nyang gak pake 'pacaran' itu sejak 'dini' udah kasih wacana2 gitu.

Okelah bro, sist...intinya kalau kalian si mempelai. toloong banget deh kasih kesempatan keluarga untuk lebih banyak memilih tamu

NAAAAH...SEKARANg, ini YANG PENTING JUGA. yang DIUNDANG ato jadi tamu sepertinya usulan-usulan saya ini tolong banget diperhatikan yah...

Siapa sih yang gak pengan jadi 'saksi' sejarah sohib kita yang memulai hidup baru? Siapa juga yang gak seneng berangkat berombongan menuju pesta walimah teman apalagi kalau diluar kota??sekalian piknik gitu looh.Tapi kayaknya kita juga perlu 'berempati' bahwa sohib kita itu sedanga 'dilepas' keluareganya, maka pihak yang paling berkepentingan adalah keluarga besar dan sahabat2 terdekat.

1. PASTIKAN bahwa anda datang dengan UNDANGAN baik tertulis ataupun lesan. ini penting karena ada hadits Rasulullah yang melarang kita mendatangi walimah dengan tidak ada undangan, atau mengajak teman yang tak diundang.
"Barangsiapa masuk ke rumah seseorang tanpa diundang berarti masuk sebagaia pencuri (HR ABu DAwud ) hehe ngeri juga ya

"Rasulullah melarang apabila seseorang diundang untuk menghadiri suatu acara makan-makan lalu ia membawa serta oranglain, kecuali ia diperintahkan (diizinkan) oleh sohibul hajat 9tuan rumah)" HR.Tbrani dan al-Bazzar

Nah , gimana kasusnya kalau si teman itu mengundang teman-teman organisasinya? secara etika, kayaknya penting deh kalian 'membatasi' kuotanya. kirimkan perwakilan.itu lebih elegan

Why? maap-maap ni ye...biasanya, kita-kita yang masih lajang n merasa seperjuangan dengan mempelai, sohib, adek kelas, temen organisasi etc itu datang berombongan dan memenuhi semua 'wilayah' tempat duduk haha. alhasil, tamu-tamu ortu mempelai dan kerabat serta tetangga jadi rikuh. nah, kalao kalian menyerbu begitu, juga berefek pada 'urusan logistik lhoo' hehe. makanya, lebih baik mintalah batasan maksimal pada mempelai. TAPIIIIII jangan membuat si mempelai merasa sungkan hingga akhirnya hanya berkata 'terserah' .hihihihi

2. Jagalah adab bicara, bersenda gurau dan berbinang yang gak perlu. Ini pengalaman. pas ada walimah yang khusyuk, eeee teman-teman mempelai putri malah cekakak cekikik dan cipika cipiki temu kangen getoooo. wadduh....padahal acara lagi berlangsung.Ini mengundang decak tidak simpati para tamu. apalagi kalau kita 'aktivis dakwah' duuuh... malu n tengsin doong.

3. Jika memang kalian ingin memberi kejutan diacara walimah teman/sahabat, berkoordinasilah dengan pihak keluarga, jangan membuat acara dadakan ditengah acara yang telah tersusun rapih. ini membuat keluarga ,mempelai dan para tamu menjadi kurang nyaman lhooo. emang sih temantennya tetep senyum tapi juga gak enak lhoo sama keluarga n tamu2. KALAU PERLU, usulin aja bikin acara sendiri untuk lepas lajang atau perpisahan di jam atau hari lain. hehe

4.SETENAR apapun teman n sohib ANda, Aqad dan walimah itu adalah hajatan dari keluarga dan ortunya-khususnya- jadi jangan membuat sohibul hajat jadi tidak nyaman dengan 'serbuan' kalian.Izinlah jika membawa serta teman

5. POTO-POTO .nah..ini nih yang kadang bikin sebel (maap yee jujur banget)kalau poto kira-kira dong bro, sist..masak ortu mempelainya jadi kegencet2 gitu. jangan serombongan maju semua. elegan gitu.ini kan poto walimahan jadi yaa..biar agak enak dipandang.TRUUUSSSS.... jangan poto-poto sebelum keluarga mempelai dan kerabatnya. TAHAN lah hasrat ingin foto kalian.

6. SEGERA PULANG saat acara selesai kecuali anda diminta tinggal untuk foto atau untuk hal lain. Ingat, mempelai dan keluarganya masih punya serentetan acara dan mungkin sangat capai. foto-foto diakhir acarpun perlu diatur sedemikian rupa

7. Jika memang, kalian merasa SANGAT PERLU memeriahkan acara sohib atau teman sesama aktivis kampus itu, adakan aja acara sendiri yang santai, jangan merecoki acara walimah.Apalagi jika teman yang menikah itu banyak teman dan 'sangat tenar' dikampus halah-halaaaah...

yah,..capek juga nulisnya tapi pegimane lagi, ini sering jadi problem. Intinya sob, perhatikan aja masalah adab diundang dan mengundang. Hindari juga walimah dari kemubadziran.

Semoga note ini bermanfaat, maafkan jika 'kebetulan' ada yang tersinggung dan tersungging . Silakan share...jika bermanfaat heheh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar